MAKALAH INSTRUMENTASI DASAR

MAKALAH TIMBANGAN KUANTITATIF

Tugas Terstruktur ini guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Praktikum Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Dosen pengampu :

Surati, ST, MSi.Med

Disusun Oleh :

  1. Dina Yunita Sari                                                 P1337434116048
  2. Wini Dwi Yuniarti                                              P1337434116049
  3. Vellya Fadlila Rahma                             P1337434116051

TINGKAT 1 REGULER B

JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK

TAHUN AKADEMIK 2016/2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga makalah mengenai “Timbangan Kuantitatif” ini dapat terselesaikan dengan baik meskipun masih sangat sederhana.

Ucapan terimakasih kami berikan kepada rekan-rekan kelas Reguler B yang telah membantu dan berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini, tak lupa ucapan terimakasih juga diberikan kepada Surati, ST, Msi. Med selaku dosen pembimbing mata kuliah instrumentasi dasar.

Harapan dibuatnya makalah ini yaitu untuk menambah pengetahuan tentang timbangan kuntitatif di Laboratorium. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, karena keterbatasan dan kekurangan ilmu pengetahuan penulis. Maka dengan senang hati penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini. Penyusun berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

                                                                        Semarang, September 2016

                                                                                      Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………… i

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………….. ii

A. Latar Belakang……………………………………………………………………………………… 1

B. Rumusan Masalah………………………………………………………………………………….. 1

C. Tujuan………………………………………………………………………………………………….. 2

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………………………… 3

A. Defenisi Timbangan Kuantitatif………………………………………………………………. 3

B. Fungsi Timbangan Kuantitatif…………………………………………………………………. 3

C. Jenis Timbangan Kuantitatif……………………………………………………………………. 3

D. Instruksi Kerja Alat………………………………………………………………………………… 3

E. Maintenance………………………………………………………………………………………….. 4

F. Kelebihan dan Kekurangan……………………………………………………………………… 4

G. Kalibrasi……………………………………………………………………………………………….. 4

H. Bagian-bagian dan Fungsi Timbangan Analitik………………………………………….. 5

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………………… 7

A. Kesimpulan…………………………………………………………………………………………… 7

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………… 8

BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Neraca Analitik  merupakan salah satu neraca yang memiliki tingkat ketelitian tinggi, neraca ini mampu menimbang zat atau benda sampai batas 0,0001 g. Beberapa hal yang perlu diperhatikan bekerja dengan neraca ini adalah:  Neraca analitik digital adalah neraca yang sangat peka, karena itu bekerja dengan neraca ini harus secara halus dan hati-hati.

 Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan. Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka “nol” harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi. Penyimpangan berat dicatat pada lembar/kartu kontrol, dimana pada lembar tersebut tercantum pula berapa kali timbangan harus dicek. Jika timbangan tidak dapat digunakan sama sekali maka timbangan harus diperbaiki oleh suatu agen (supplier).Penanganan Neraca Kedudukan timbangan harus diatur dengan sekrup dan harus tepat horizontal dengan “Spirit level (waterpass) sewaktu-waktu timbangan bergerak, oleh karena itu, harus dicek lagi. Jika menggunakan timbangan elektronik, harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, anda hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan. Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka “nol” harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi. Setiap orang yang menggunakan timbangan harus merawatnya, sehingga timbangan tetap bersih dan terawat dengan baik. Jika tidak, sipemakai harus melaporkan kepada manajer lab. timbangan harus dikunci jika anda meninggalkan ruang kerja.kebersihan neraca kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan

B. RUMUSAN MASALAH

  1. Apa definisi dan fungsi dari timbangan kuantitatif?
  2. Apa saja bagian-bagian dari timbangan kuantitatif?
  3. Jenis-jenis dari timbangan kuantitatif?
  4. Bagaimana cara kerja, perawatan, dan kalibrasi dari timbangan kuantitatif?

C. TUJUAN

  1. Mahasiswa dapat mengetahui definisi dan fungsi dari timbangan kuantitatif.
  2. Mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian dari timbangan kuantitatif.
  3. Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis dari timbangan kuantitatif.
  4. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja, perawatan, dan kalibrasi dari timbangan kuantitatif.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi

Timbangan kuantitatif merupakan alat yang digunakan untuk menimbang yang memiliki ketelitian lebih besar yaitu 0.0001 g.

B. Fungsi

Timbangan kuantitatif berfungsi untuk menimbang dengan ketelitian 0.0001 g atau lebih serta digunakan untuk menimbang bahan kimia dalam proses pembuatan larutan untuk uji kuantitatif dan proses pembuatan larutan untuk uji kuantitatif dan proses standarisasi. Selain itu berfungsi juga untuk menimbang sampel/ bahan dalam analisis kuantitatif.

C. Jenis Timbangan Kuantitatif

  1. Timbangan Analitik Sartorius

D. Instruksi Kerja Alat

  1. Hubungkan alat dengan sumber listrik
  2. Tunggu beberapa menit, timbangan akan melakukan cek prosedur dan kalibrasi. Setelah kalibrasi selesai, pada display akan menunjukkan off.
  3. Tekan tombol ON/OFF untuk menghidupkan timbangan.
  4. Display akan menunjukkan angka 0,0000
  5. Letakkan bahan yang akan ditimbang pada pelat timbangan. Setelah stabil, display akan menunjukkan berat bahan.
  6. Ambil bahan dari timbangan.
  7. Tekan tombol ON/OFF untuk mematikan timbangan.
  8. Timbangan dalam keadaan stand by, layar display menunjukkan waktu.
  9. Cabut aliran listrik apabila proses penimbangan sudah selesai.

E. Maintenance

  • Tidak menimbang benda dengan berat yang melebihi ketentuan ukuran maksimal, akan menyebabkan timbangan tidak mampu menampilkan bobot barang yang jelas.
  • Hindari getaran dan goncangan.
  • Jangan ditempatkan ditempat yang lembab.
  • Gunakan timbangan dalam permukaan yang rata dan stabil.
  • Suhu ruangan harus di jaga.

F. Kelebihan dan Kekurangan

  • Kelebihan :
  • Memiliki tingkat ketelitian yang cukup tinggi dan dapat menimbang zat atau benda sampai batas 0.0001 g atau 0.1 mg.
  • Penggunaannya tidak begitu rumit jika dibandingkan dengan timbangan manual, sehingga lebih efisien dalam hal waktu dan tenaga.
  • Kekurangan :
  • Alat ini memiliki batas maksimal yaitu 1 mg atau 210 g, jika melewati batas tersebut maka ketelitian perhitungan akan berkurang.
  • Tidak dapat menggunakan sumber tegangan listrik yang besar, sehingga harus menggunakan stavolt. Jika tidak, maka benang di bawah pan akan terputus.
  • Harga yang mahal.

G. Kalibrasi

Kalibrasi merupakan suatu proses verfikasi yang menerangkan bahwa suatu akurasi alat ukur seduai dengan rancangannya. Sesuai standar ISO 9001 serta ISO 17025 memerlukan kalibrasi yang efektif. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap instrumen khususnya pada timbangan perlu dikalibrasi ketika :

  • Instrumen timbangan merupakan perangkat baru.
  • Suatu perangkat setiap waktu penggunaan.
  • Ketika perangkat timbangan mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah           kalibrasi.
  • Dan ketika hasil observasi dipertanyakan.
  • Proses Mengkalibrasi Timbangan analitik

Proses mengkalibrasinya yakni pada anak timbangan standard yang bersertifikat kelas M, yang memperlihatkannilai nominal setiap anak timbangan, standard deviasi serta nilai normalnya. Berikut langkah yang dilakukan dalam mengkalibrasi anak timbangan ( analytical balance ) :

– Pengontrolan Neraca

Neraca dikontrol dengan menggunakan anak timbangan yang sudah terpasang atau dengan dua anak timbangan eksternal, misal 10 gr dan 100 gr. Timbangan/neraca harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan. Timbangan harus terhindar dari gerakan ( angin ) sebelum menimbang angka “nol” harus dicek dan jika perlu dilakukan koreksi. Penyimpangan berat dicatat pada lembar kontrol, dimana pada lembar tersebut tercantum berapa kali timbangan harus dicek.

– Penanganan Neraca

Kedudukan timbangan harus diatur dengan sekrup dan harus tepat horizontal dengan “Spirit level (waterpass) sewaktu-waktu timbangan bergerak, oleh karena itu harus dicek lagi.

-Kebersihan Neraca

Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian untuk menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.

H. Bagian-bagian dan Fungsi Timbangan Analitik

  • Pintu timbangan untuk memasukkan sampel ke piringan timbangan, pintu timbangan ini tidak hanya terletak di atas tetapi juga di depan, samping ( kiri dan kanan ).
  • Piringan timbangan untuk meletakkan sampel.
  • Tombol pengaturan untuk mengatur timbangan analitik seperti tombol ON/OFF untuk menghidupkan dan mematikan timbangan, Tera untuk mengembalikan ke posisi “nol” saat meletakkan wadah sampel dan Mode untuk mengonversi satuan pada saat menimbang.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.co.id/search?q=gambar+timbangan+analitik

https://www.slideshare.net/mobile/lombkTBK/teknik-dasar-pekesjaan-laboratorium-kimia

https://plus.google.com/110350580008933616815/posts/hsVsiZocXyE

Leave a comment