LAPORAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA (K3)

PENANGANAN TUMPAHAN ASAM DAN BASA

Disusun oleh :

Nama   : Wini Dwi Yuniarti 

NIM      : P1337434116049

Kelas    : I Reguler B

Program DIII Teknologi Laboratorium Medik

Poltekkes Kemenkes Semarang

2016/2017

Laporan Praktikum K3

Penanganan Tumpahan Asam dan Basa

1. Tujuan

Mengetahui cara penanganan tumpahan asam-basa

2. Prinsip

Melakukan penanganan tumpahan bahan kimia berbahaya dengan prosedur yang aman bagi pengguna laboratorium

3. Dasar teori

Tumpahan bahan kimia dikategorikan menjadi 3 yaitu : Ceceran bahan kimia, Kebocoran bahan kimia dan tumpahan bahan kimia. Ceceran bahan kimia biasanya berupa tetesan-tetesan bahan kimia yang tercecer ketika kemasannya dipindah dari satu tempat ke tempat lainnya (volume sangat kecil). Kebocoran bahan kimia dapat berupa tetesan yang diam di satu tempat atau kebocoran yang mengucur namun tidak terlalu deras dan mudah dikendalikan (volume sedang). Tumpahan biasanya kebocoran dalam jumlah besar dan sulit dikendalikan volume material yang tumpah juga besar. Tumpahan bahan kimia yang tidak disengaja dapat menyebabkan efek berbahaya bagi keselamatan diri kita, orang lain maupun lingkungan di sekitar kita. Tumpahan bahan kimia yang tidak rencanakan dapat menyebabkan efek yang berbahaya. Kulit dan mata bisa terbakar, paru-paruh menjadi rusak, kebakaran dan ledakan , kerusakan karat terhadap material, polusi udara dan bahaya terhadap masyarakat adalah beberapa konsekuensi yang bisa terjadi akibat tumpahan bahan kimia.

4. Alat dan Bahan

  • 3 buah Gelas Beker 
  • HCl 0,1 N
  • Kertas pH
  •  NaOH 0,1 N
  • Lap 
  • Aquades             
  • Pipet tetes
  • Air kran

5. Cara Kerja

  1. Menggunakan APD lengkap sesuai standar.
  2. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
  3. Mengisi gelas beker pertama dengan larutan NaOH 0,1 N.
  4. Mengisi gelas beker kedua dengan larutan HCl 0,1 N.
  5. Mengisi gelas beker ketiga dengan air keran.
  6. Meneteskan beberapa ml larutan NaOH ke atas meja kerja menggunakan pipet tetes.
  7. Menetralkan larutan NaOH dengan menuangkan beberapa ml aquades.
  8. Mengukur pH NaOH yang sudah dinetralkan menggunakan kertas pH.
  9. Menuang kembali aquades hingga menunjukkan angka pH netral jika pH masih basa.
  10. Mengelap tumpahan larutan NaOH yang sudah dinetralkan menggunakan lap secara memutar. Kemudian mencuci lap dengan air kran hingga bersih.
  11. Melakukan hal yang sama terhadap praktikum tumpahan larutan HCl 0,1 N.
  12. Mencatat hasil pengamatan.
  13. Membersihkan dan merapikan kembali alat dan bahan yang telah digunakan pada tempatnya

6. Pembahasan

Melakukan suatu praktikum di laboratorium harus disertai dengan kehati-hatian yang tinggi karena pada dasarnya laboratorium menyimpan banyak sumber bahaya, namun pada praktikum yang sudah dilakukan sesuai prosedur dan penuh kehati-hatian pun tetap tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan seperti kecelakaan tumpahan bahan kimia. Saat menghadapi kecelakaan tumpahan bahan kimia berbahaya hal yang pertama kali harus dilakukan adalah tetap tenang dan jangan panik, amati tumpahan apabila menimbulkan asap atau gas tertentu segera buka jendela dan pintu agar sirkulasi udara lancar ,menjauh dari lokasi dan laporkan kepada pihak yang berwenang. Jika tumpahan dinilai tidak terlalu berbahaya untuk ditangani secara langsung, segera lakukan penetralan dan pembersihan agar tidak terjadi kerusakan material atau membahayakan pengguna laboratorium.

Pertolongan pertama apabila terjadi keracunan melalui mata segera bilas mata dengan campuran esalin dan aquades, apabila gas kimia terhirup, korban harus segera dibawa ke tempat lapang yang terdapat banyak oksigen dan beri minum susu lalu segera rujuk korban ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Leave a comment