- Tujuan : Untuk mengidentifikasi keberadaan logam berat pada sampel secara kualitatif.
- Prinsip : Penentuan kandungan logam berat melalui identifikasi menggunakan pereaksi-pereaksi spesifik dengan menggunakan sampel dari makanan hingga terjadi perubahan dalam bentuk endapan atau perubahan warna.
- Alat dan Bahan
- Alat digunakan dalam percobaan ini adalah :
- Tabung reaksi
- Pipet tetes
- Rak tabung reaksi
- Cawan porselin
- Tanur
- Cawan Pengabuan
- Spatul
- Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
- Sampel Uji (Sampel sudah diabukan)
- Mie Basah
- Kerang
- Jajanan
- Sawi
- Kangkung
- Terasi
- Reagen Uji
- HCl
- Na2CO3
- K4Fe(CN)6
- KI
- NaOH
- H2SO4
- K2CrO4
- K2CrO7
- Aquadest
IV. Dasar Teori
Tanaman sawi hijau (Brassica rapa L. Subsp. Perviridis bailey) merupakan sayuran yang tumbuh lebih cepat dan tahan terhadap suhu rendah. Tanaman sawi hijau cocok ditanam di wilayah tropika dataran tinggi yang bersuhu dingin. Sayuran sawi hijau (Brassica rapa L. Subsp. perviridis bailey)
merupakan sayuran yang bernilai tinggi dengan kandungan vitamin A dan vitamin C-nya yang tinggi. Sayuran sawi hijau dengan suhu pertumbuhan berkisar antara 120C – 220C sedangakan suhu lebih dari 250C dapat menunda pertumbuhan dan menurunkan kualitas tanaman. Intensitas cahaya dan suhu tinggi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Intensitas cahaya yang tinggi dapat meningkatkan perkembangan daun yang lebar sedangkan suhu tinggi dapat meningkat perkembangan tangkai bunga (Vincent, 1998).
Logam berat ialah unsur logam dengan berat molekul tinggi. Dalam kadar rendah logam berat pada umumnya sudah beracun bagi tumbuhan dan hewan, termasuk manusia. Logam berat yang sering mencemari ialah Hg,Cr,Cd,As dan Pb. Logam timbal (Pb) sangat berbahaya bagi manusia karena
merupakan zat beracun yang tidak bisa dihancurkan atau diubah bentuknya. Zat ini bersifat stabil dan terakumulasi di dalam darah (Parsa,2001).
Udara di alam tidak pernah ditemukan tanpa polutan, pencemaran udara merupakan campuran dari satu atau lebih bahan pencemar, baik padatan, cairan atau gas yang masuk ke udara dan kemudian menyebar ke lingkungan sekitarnya. Kecepatan penyebaran ini tergantung pada keadaan geografi dan meterologi setempat (Wardana, 2004).
Limbah logam berat merupakan pencemaran yang berhubungan erat dengan kesehatan manusia, pertanian dan ekotoksikologinya (Darmono, 1995). Udara yang tercemar oleh lahan pencemar baik industri maupun kendaran bermotor kemungkinan faktor yang mencemari suatu sayuran yang ditanam pada pinggiran jalan. Oleh karena itu diperlukan suatu pengujian terhadap kandungan logam berat pada sayuran tersebut.
V. Cara Kerja
Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam praktik identifikasi logam berat.
Melakukan proses pengabuan sampel sayur dengan memanaskannya dalam tanur selama 4 hari pada suhu 300°C. Kemudian abu dipindahkan ke cawan porselen untuk diuji kandungan logam beratnya.
Dimulai dari pembuatan larutan sampel dengan mencampurkan abu sampel sawi dengan 10 tetes HCl dan 20 ml aquadest.
Melakukan reaksi pendahuluan dengan mencampurkan larutan sampel dengan Na2CO3 dan K4Fe(CN)6. Diamati apakah terjadi pengendapan atau perubahan warna.
Melakukan uji kandungan logam berat pada sampel sawi dengan langkah kerja sebagai berikut :
Idetifikasi Hg
Larutan sampel ditambahkan KI
Larutan sampel ditambahkan NaOH
Identifikasi Cu
Larutan sampel ditambahkan NaOH
Larutan sampel ditambahkan H2SO4
Identifikasi Pb
Larutan sampel ditambahkan K2CrO4
Larutan sampel ditambahkan HCl lalu K2CrO7 dan KI
Identifikasi Ag
Larutan sampel ditambahkan HCl
- Mengamati apakah terjadi endapan atau perubahan warna pada seluruh proses reaksi larutan sampel dengan reagen uji.
- Mencatat semua hasil praktikum sebagai bahan diskusi dan acuan untuk membuat laporan
- Membersihkan kembali alat-alat yang telah digunakan
- Menyimpan kembali peralatan dan reagen uji pada tempatnya.
VI. Hasil
| No. | Sampel | Ag | Hg | Pb | Cu |
| 1. | Mie Basah | – | – | + | – |
| 2. | Kerang | – | – | – | – |
| 3. | Jajanan | – | – | – | – |
| 4. | Sawi | – | – | + | – |
| 5. | Kangkung | – | – | + | – |
| 6. | Terasi | – | – | + | – |
VII. Pembahasan
Pada praktikum ini dilakukan uji kandungan logam berat terhadap sampel mie basah, kerang, jajanan, sawi, kangkung, dan terasi. Sayur-sayuran yang di tanami di pinggir jalan raya memiliki resiko terpapar logam berat yang cukup tinggi, pencemaran tersebut menyebabkan sebagian sayuran dapat mengandung logam berat yang membahayakan kesehatan manusia. Akumulasi logam berat dalam jangka waktu yang cukup lama dapat mengganggu peredaran darah, sistem saraf dan kinerja ginjal (Widaningrum, dkk, 2007).
Pada sampel sawi teruji positif kandungan Pb (timbal) yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna kuning pada pereaksian larutan sampel dengan K2CrO4 dan terbentuknya endapan berwarna kuning pada pereaksian larutan sampel dengan HCl, K2CrO7, dan KI.
Mekanisme masuknya logam berat Pb ke dalam tubuh manusia melalui sistem pernafasan, pencernaan ataupun langsung dari permukaan kulit. Daya toksik logam berat timbal (Pb) dapat mengakibatkan anemia, mual, dan sakit perut, serta kelumpuhan (Hamidah, 1980). Logam berat Pb juga dapat terakumulasi pada tulang, karena logam ini dapat membentuk ion Pb2+ yang mampu menggantikan keberadaan ion Ca2+ yang terdapat pada jaringan tulang (Putra dan J.A Putra, 2003).
Logam berat dapat masuk ke dalam lingkungan karena pelapukan batuan yang mengandung logam berat secara residual di dalam tanah, penggunaan bahan alami untuk pupuk dan pembuangan limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Logam berat yang masuk kedalam lingkungan kebanyakan berasal dari kegiatan manusia. Logam berat di lingkungan tidak membahayakan kehidupan mahluk hidup tetapi logam berat membahayakan apabila masuk ke dalam sistem metabolisme mahluk hidup dalam jumlah melebihi ambang batas. Masuknya logam berat ke dalam sistem metabolisme manusia dan hewan dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Masuknya secara langsung pada manusia yaitu bersama air minum, udara yang dihirup atau lewat singgungan kulit, sedangkan secara tidak langsung terjadi bersama dengan bahan yang dimakan. Sumber logam berat berasal dari tanah, air dan udara. Dengan perantara tumbuhan yang menyerap logam berat dari sumber tersebut dan masuk kedalam jaringan yang nanti dimakan manusia dan hewan (Yong, dkk. 1992).
Logam berat Pb dan Cd berasal dari pestisida, pupuk, insektisida, limbah industri, limbah domestik, limbah bengkel, limpasan jalan, limbah rumah sakit dan limbah pasar (BAPEDALDA, 2007). Standar baku mutu maksimal yang diperbolehkan adalah dalam sayuran untuk kandungan logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) menurut standar internasional WHO adalah sebesar 2.0 μg/g (Darmono, 1995). Pada pengujian yang dilakukan hanya ditujukan untuk mengetahui keberadaan logam berat pada sampel, sehingga belum diketahui berapa kadar logam berat Pb yang terkandung pada sampel sayur sawi tersebut. Diperlukan uji kuantitatif menggunakan analisis AAS (Spektrofotometer Absorpsi Atom) (Siaka et al., 1998) untuk mengetahui apakah sampel sayur sawi mengandung kadar logam berat Pb yang masih berada dalam atau sudah melampaui nilai ambang batas aman untuk kandungan logam berat pada makanan.
VIII. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum identifikasi logam berat sampel sayur sawi teruji positif mengandung logam berat yaitu Pb (timbal) yang dapat terjadi karena tempat penanaman atau penjualan sayuran yang dekat dengan jalan raya sehingga menyebabkan sayur tercemar polusi udara dari kendaraan bermotor.
IX. Daftar Pustaka
Priandoko, Deni Agung, Ni Md Susun Parwanayoni, I Ketut Sundra.Kandungan Logam Berat (Pb Dan Cd) Pada Sawi Hijau (Brassica Rapa L. Subsp. Perviridis Bailey) Dan Wortel (Daucus Carrota L. Var. Sativa Hoffm ) Yang Beredar Di Pasar Kota Denpasar. Jurnal Simbiosis I (1) : 9-20
Yusuf, M., Kiki Nurtjahja, Rosliana Lubis. Analisis Kandungan Logam Pb, Cu, Cd Dan Zn Pada Sayuran Sawi, Kangkung Dan Bayam Di Areal Pertanian Dan Industri Desa Paya Rumput Titipapan Medan. Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan Vol. 3 (1) Agustus 2016
Parsa, K.2001.Penentuan Kandungan Pb dan Peneyebaran di Dalam Tanah Pertanian Disekitar Jalan Raya Desa Kemenuh, Gianyar.Skripsi.Kimia, Universitas Udayana:Denpasar.Tidak Dipublikasikan.
Vincent, E. Rubatzky, Mas Yamaguchi.1998.Sayuran Dunia: Prinsip, dan Gizi, Jilid 2.Penerbit ITB:Bandung.
Yong, R.N.,A.M.O. Mohamed, & S.P. Warkenting 1992. Principles of Contaminant Transport in Soil Development in Geoteknikal Eengineering, 73. Elsevier.Amsterdam.
Hamidah,1980.Keracunan Yang Disebabkan Oleh Timah Hitam. Pewarta Oseana. Notodarmojo, S.2005.Pencemaran Tanah Dan Air Tanah. Penerbit ITB:Bandung.
Badan pengendalian dampak lingkungan daerah (BAPEDALDA). 2007.Analisis Kualitas Air Sungai Pada 21 Sungai Lintas Kabupaten / Kota Di Provinsi Bali Pada Musim Hujan.Denpasar – Bali.
Darmono,1995.Logam Dalam Sistem Biologi Mahluk Hidup.Penerbit Universitas Indonesia (UI-PRESS).
Putra,S.E. dan J. A. Putra.2003.Bioremaval Metode Alternatif Untuk Menanggulangi Pencemaran Logam Berat. Available at: http://www. Chem-is-try.org /?sect=artikel Opened : 06.10.2007
Siaka, M., Cris, M. Owen. G. F. Birch. 1998. Evolution Of Some Degestion Method For The Determination Of Heavy Metals In Sediment Sampael By Flame AAs. Analitical Letters,31(4).